Lebih Dekat dengan Pak Ir Parseno, MT
Ir. Parseno, MT , merupakan salah satu dosen di jurusan Teknik Geodesi Universitas Gadjah Mada. Survey Terestris 3a, Geodesi Fisis, Geofisika, Matematika Geodesi, Geomatika, Jaringan Kontrol Geodesi , survey rekayasa, praktek survey terestris, KKUP, Dan Ilmu Ukur Tanah 2 merupakan mata kuliah yang di ampunya bagi program sarjana. Dan untuk program D3 adalah matematika dan pemetaan digital.
Beliau lulus sarjana pada tahun 1983 pada bulan Oktober dan melanjutkan Program Magister pada universitas yang sama pada tahun 2005. BEliau berasalah dari banyumas dan sekarang berdomisili di Yogyakarta tepatnya di Jl Lodang , Perumnas Minomartani RT 5 RW 1, Kec. Ngangglik, Kab. Sleman
Di geodesi sendiri beliau memiliki kesan tersendiri pada awalnya tidak terbayang akan menjadi magister dan dosen di bidang geodesi, pada tahun 1977 pilihan awalnya adalah geologi. Beliau tertarik pada geologi karena dulu sekolahnya berada bersebalahan dengan mahasiwa tekniik geologi UGM, dengan posisi yang berdekatan dan kontak yang sering timbulah niat untuk masuk geologi. Pilihan pertamanya adalah geologi ITB. Dengan modal nekat dan keberanian beliau pergi kebandung. Rezeki belum berpihak pada Beliau , beliau gagal dalam test ITB, tak patah arang beliau pun mendaftar di kampus UPN Veteran Yogyakarta di jurusan yang sama. Dan akhirnya beliau lolos. Ketika akan membayarkan uang kuliah sebesar 60 ribu beliau mendapat panggilan untuk test di UGM. Disinilah awalnya perkenalan beliau dengan geodesi. Pilihan beliau saat itu adalah geodesi dan geologi. Pada saat test geologi beliau kecewa karena apa yang telah dipelajari nya ternyata tidak sesuai dengan soal yang di ujikan. Tapi pada ujian geodesi beliau berhasil mengerjakannya dengan baik karena soalnya pada saat itu kebanyakan matematika. Dan akhirnya beliau di terima. UPN pun ditinggalkannya.
Pengalaman yang berkesan bagi beliau adalah ketika mengukur di daerah sekitar bojonegoro. Beliau menceritakan pada saat malam setelah selesai ngukur beliau hanya tidur di sebuah gubuk yang alasnya masih tanah dan hanya disediakan sebuah tikar. Beliau menyatakan bahwa ia ingin nangis pada saat itu.
Pesan untuk mahasiswa geodesi adalah untuk prospek kerja geodesi lebih luas dari arsitektur dan dalam menjalani kuliah di geodesi harus memiliki dasar yang kuat di matematika, Fisika, dan Programming. Untuk hidup di Yogyakarta beliau berpesan, kita dapat menjadi apapun disini, menjadi orang yang baik , menjadi orang yang rusak dan lain lain tergantung tujuan dan diri kita mau menjadi apa. Ingat orang tua yang telah memberikan biaya yang telah besar agar kita dapat berkuliah disini. Dan jadilah orang yang sukses

Komentar
Posting Komentar